WELCOME TO THE HARRIS SETYAWAN ZONE

WELCOME TO HARRIS SETYAWAN ZONE II

Selamat datang di blog saya, mari kita berbagi informasi disisni.

MOTIFATOR

Jangan kecewakan Keluargamu nak !.

POTRET

SETIAP ORANG SIAP MENJADI KAYA TAPI TIDAK SEMUA ORANG SIAP MENJADI MISKIN.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2011

Perusahaan Malaysia Bantai Orangutan Kalimantan

 JAKARTA - Keberadaan orangutan di Kalimantan Timur terancam. Mereka terus dibantai, sebagai dampak dari pembabatan hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Kaltim) dan Centre for Orangutan Protection (COP) telah mengevakuasi sedikitnya empat orangutan dari Muara Kaman, di sekitaran kawasan konsesi PT Khaleda, anak perusahaan Metro Kajang Holdings Berhad Malaysia dan PT Anugerah?Urea Sakti.
Juru kampanye COP Hardi Baktiantoro, mengatakan puluhan ekor orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) tewas mengenaskan di area perkebunan kelapa sawit di sekitaran Kutai Kartanegara. Hardi menuding, meski para pemburu bayaran itu mengaku telah membunuh banyak induk orangutan dan para pekerja mengakui perbuatan menyebarkan pisang yang sudah disemprot furadan untuk meracuni orangutan.
Sayangnya hingga hari ini, polisi tidak juga menetapkan seorang pun jadi tersangka dan tidak ada yang dipenjara. "Ini mengecewakan dan membahayakan bagi kelangsungan hidup orangutan," ujar Hardi dalam siaran pers yang diterima Republika.
Situasi yang sama terjadi di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur. Pada 26 Juli 2011, BKSDA dan COP terpaksa mengevakuasi dua orangutan. Satu induk orangutan diidentifikasikan dibunuh para pekerja sawit Makin Group. Dikatakan Hardi, ketika kuburannya orangutan dibongkar untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Hasil identifikasi menyatakan, mayat orangutan tersebut babak belur seperti terkena pukulan yang dilakukan berulangkali, kedua pergelangan tangannya luka dan jarinya putus.
Adapun di Kalimantan Tengah, COP mengidentifikasi satu tengkorak orangutan di sekitaran areal konsesi PT TASK dan mengevakuasi tiga anak orangutan yang ditangkap pekerja setempat. "COP juga menemukan empat tengkorak orangutan di areal konsesi Wilmar Group pada 20 Agustus 2011."
Hardi menilai kematian puluhan orangutan bukan terjadi karena konflik manusia dengan jenis binatang primata tersebut, melainkan upaya genocide (pembunuhan massal) kelompok tertentu yang rakus untuk meraih keuntungan pribadi. Pihaknya menyentil pemerintah yang harusnya berani melihat kenyataan bahwa polisi tidak membuat kemajuan apapun untuk mencegah kepunahan orangutan di Kalimantan.

sumber : 

REPUBLIKA.CO.ID

Imparsial: Kualitas TNI Semakin Menurun

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Menjelang hari ulang tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2011, The Indonesian Human Right Monitor (Imparsial) melakukan evaluasi TNI  dikantornya, Jl. Slamet Riyadi, Jakarta, Selasa (4/10/2011).
Direktur Eksekutif Imparsial Peongki Indarti menyatakan, dalam perjalanannya, TNI sebagai tentara kebangsaan pernah menjadi kekuatan pertahanan yang paling diperhitungkan di kawasan Asia. Akan tetapi,lambat laun TNI semakin  menurun kualitasnya.
"Seiring dengan perjalanan waktu, TNI sepertinya sibuk dalam urusan-urusan di luar pertahanan dan lebih berkonsentrasi dalam mempengaruhi politik negara khususnya dimasa orde baru. Terlebih lagi upaya untuk melakukan reformasi TNI sebagai aktor keamanan masih belum tuntas mengingat masih banyak regulasi-regulasi yang harus dibentuk untuk membangun TNI yang profesional," ujar Poengky.
Lebih lanjut Poengky menila,i TNI kini perlu membangun kekuatan maritim yang handal.
"Sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan tanah air, TNI belum memcapai upayanya untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia. Untuk itu sudah saatnya TNI perlu membangun kekuatan maritim Indonesia," imbuhnya.
Sumber : TRIBUNNEWS.COM

"KETIKA MARAH,HITUNG SAMPAI SEPULUH SEBELUM KITA BERBICARA;JIKA SANGAT MARAH,SERATUS" "SETIAP YANG DIMULAI DENGAN RASA MARAH BERAKHIR DENGAN RASA MALU"